Minggu, 25 April 2010

Jadi ngLamar ke Magelang gagal ke Borobudur.....!!


sabtu pagi 2 Januari 2010 sehari setelah tahun baruan...

hari yang bersejarah buat saya, waktu dimana keberanian memuncak awal langkah menuju ke sebuah ritual yang di sakral kan. Kami berangkat menuju magelang dari kebumen sekitar jam 8 pagi dengan menggunakan satu mobil suzuki dan di kendarai oleh pamanku Lik Marto.

Yang ikut satu mobil ke Magelang saat itu antara lain Lik Marto (Menyetir + wakil dari Ayahku untuk melamar, Lik Sum, Lik Noto, Ibuku, Wawan, Mba Titri beserta anaknya dan Yuni (Calon dilamar)juga saya bibit(sang pelamar)

Acara sukses dengan di pimpin oleh Lik Marto selaku wakil dari ayahku untuk menyampaikan maksud dan tujuan kami ke Magelang. Tidak ada kendala yang berarti cuma ada pada masalah perbedaan bahasa. Yang mana bahasa Magelang "Boso Alus" sementara kami dari Kebumen "Ngapak" jadi agak ribet, untungnya Lik Marto pandai melucu alias Humoris jadi bisa melumerkan suasana....

Akhirnya tersampaikan maksud dan tujuan kami ke Magelang meski dengan sedikit terbata-bata oleh Lik Marto, Tapi Sucses...!!!Lamaran kami di terima.

Nah pas penentuan tanggal pernikahan agak sedikit alot karena tanggal yang sebelumnya sudah pas mantep di tentukan oleh Ayahku, Lik Marto dan Keluarga ternyata tidak di setujui oleh pihak calon mempelai wanita.

Meski dengan sedikit perdebatan akhirnya selesai juga setelah Lik Marto Menelepon langsung perwakilan dari pihak perempuan yang ada di Lampung yaitu Pakde-nya Yuni.Hari Jumat Tanggal 12 Februari 2010 kami menikah jam 13.30 (setelah sholat Jumat).

Kami pulang ke Kebumen dengan harapan bisa jalan-jalan ke Borobudur ternyata pas mau pulang sudah di wanti-wanti sama keluarga yuni. Bahwa Calon kalo belum menikah dilarang masuk ke kawasan Candi Borobudur. Meski tanpa alasan yang masuk akal kami akhirnya ikuti saja perkataan keluarga Yuni. Kami langsung pulang dan ngga mampi-mampir.

Terimakasih Lik Marto...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar