.jpg)
Ini merupakan pengalaman yang takkan terlupakan yaitu detik-detik kelahiran putri pertamaku...
Saya akan ceritakan dari awal yaitu setelah istriku kontrol ke Bidan jumat (11/06/2010) di dapati Tekanan darah istri saya meningkat dari sebelumnya normal 110/70 menjadi 150 / 90 dan kemudian di sarankan untuk kembali kontrol pada hari sabtu setelah di berikan obat penurun takanan darah dari Bidan itu. Akhirnya setelah sabtu kembali kontrol ternyata tekanan darah istri saya meningkat kembali yaitu 160 / 100. Kemudian bidan melakukan test urine dan hasilnya lebih mengagetkan yaitu ditemukan protein +2 telepon dokter spesialis obsgyn disimpulkan istri saya mengalami pre eklamsi yang dapat mengakibatkan kejang dan beresiko tinggi terhadap bayi dan ibu bayi.Akhirnya sabtu sore (habis maghrib)saya langsung temui bidan yang memeriksa istriku untuk meminta penjelasan lebih lanjut (dengan pinjem motor Agung)dan di putuskan harus dilakukan operasi sectio caesarea secepatnya (sebenarnya saya sudah tau , karena sudah konsul dengan dokter & bidan di mayapada hospital tentang hasil test urine & Tensi).
Tanpa banyak berfikir saya langsung telpon Arif (temen di rawa suren) membawa satu motor dan satu teman untuk mengantar saya ke asrama untuk kemudian naik agra ke Tangerang (Mayapada Hospital/tempat saya bekerja). Jam kira-kira 19.30 wib arief dan temen kostnya datang (yaumil) dengan membawa motor. Saya dan istri Langsung berangkat ke asrama pas ada bus Agra jurusan tangerang lewat (Didalam bus biar tidak panik sambil sms-an sama temen yaitu dr. sugiono yg lagi nonton bola, biar ga stress....tks dokter...). Kami sampai di Tangerang jam 10 lewat dan langsung naik ke lantai 5 di sambut oleh dr. Nelly MFS beserta bidan. Sambil istri saya diperiksa, saya sibuk mengurus persyaratan / persetujuan juga persiapan darah untuk pelaksanaan operasi yg langsung di putuskan oleh dr. Henry SpOG dan dr. Jurita SpAN hari minggu 13 Juni 2010 jam 09.00wib pagi. Sementara istri saya belum mengerti apa yg akan terjadi padanya karena saya tidak bilang (saya bilang semua akan baik-baik saja pada istri saya).
.jpg)
Sebelum opertasi saya sempat bertemu dengan kedua dokter dan mereka bilang "tenang bit...gapapa semua akan baik-baik saja". Saya menunggui sendirian di ruang tunggu operasi. Alhamdulillah....terimakasih ya Allah....semua berjalan baik jam 09.20 wib operasi selesai dan anak istri saya selamat tanpa kurang satu apapun...Bayi perempuan dengan berat 2800 g panjang 48 cm sempurna (cantik).
Setelah itu baru saya hubungi Bapak ibuku, saudaraku dan keluarga dari istri (mertua).
.jpg)





.jpg)
.jpg)















