Jumat, 02 Oktober 2009

Alpukat Nikmat Aman & Sehat (ga' bikin Gemuk)


Meski banyak mengandung lemak, alpukat justru menurunkan kadar kolesterol, serta mencegah kanker, penyakit jantung, dan gangguan hati. Buah ini juga mambuat kulit dan rambut lebih indah, serta meningkatkan libido.

Alpukat (Persea Americana Mill) termasuk ke dalam famili tumbuhan lauraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama asing advocaat atau avocado pear. Tanaman alpukat berasal dari Amerika Tengah (Meksiko, Peru, Venezuela) dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18.

Tanaman ini berupa pohon yang tingginya dapat mencapai lebih dari 20 meter. Pohon alpukat sangat cocok tumbuh pada ketinggian antara 200-1.000 m di atas permukaan laut. Curah hujan yang diperlukan tumbuhan ini antara 1.500-3.000 mm per tahun.

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Meksiko, Brasil, Peru, Australia, kuba, Argentina, dan Afrika Selatan.

Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usaha tani. Walaupun bisa ditanam di seluruh wilayah Indonesia, daerah sentral produksi alpukat masih terbatas di Pulau Jawa, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Bali, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

TINGGI LEMAK

Alpukat dikenal sebagai sumber lemak yang sangat tinggi, yaitu 14,66g per 100g. Kandungan lemak alpukat melebihi durian, yaitu mencapai dua kali lipatnya. Hal itu yang menyebabkan sebagian masyarakat menjadi khawatir untuk mengonsumsinya, terutama kaum wanita, karena alasan takut menjadi gemuk.

Benarkah? Konsumsi alpukat 200 gram per hari terbukti tidak meningkatkan berat badan.

Pendapat bahwa alpukat adalah buah yang banyak mengandung lemak dan karena itu tidak sehat, memang sudah lama sekali beredar di masyarakat. Faktanya, alpukat memang mengandung lemak yang tinggi, tetapi umumnya terdapat dalam bentuk lemak tidak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids = MUFA).

Kandungan asam lemak jenuh pada alpukat adalah 2,13g/100g, sedangkan lemak tidak jenuh tunggalnya (MUFA) mencapai 9,8g/100g. Konsumsi asam lemak dalam bentuk MUFA, seperti yang ada dalam alpukat, justru dapat memperbaild kadar kolesterol dan memproteksi kenisakan arteri (pembuluh darah).

Lemak alpukat juga mengandung asam lemak tidak jenuh ganda (PUFA) dengan kadar 1,82g/100g daging buah. Manfaat PUFA pada alpukat sama dengan yang ada pada ikan laut. Konsumsi MUFA dan PUFA dalam jumlah yang cukup akan memberikan manfaat kesehatan yang optimal bagi tubuh.

Asam lemak MUFA yang banyak terkandung dalam alpukat adalah asam oleat (seperti asam lemak yang terdapat dalam almond dan minyak zaitun). Asam oleat merupakan asam lemak omega-9 yang dapat menurunkan kadar kolesterol total dan LDL (kolesterol jahat), tetapi sebaliknya meningkatkan HDL (kolesterol baik).

Hasil sebuah penelitian, pria yang mengonsumsi alpukat selama tiga bulan berturut-turut akan mengalami penurunan kadar kolesterol LDL sebesar 12 persen. Hal tersebut dapat melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat aterosklerosis.

Penelitian yang dilakukan para kardiolog di Queensland, Australia, menemukan bahwa konsumsi alpukat (1 buah per hari) dapat menggantikan diet rendah lemak untuk menurunkan kolesterol. Penelitian tersebut dilakukan dengan membandingkan wanita yang diberi diet tinggi karbohidrat tetapi rendah lemak dengan wanita lain yang diberi diet tinggi alpukat selama 3 minggu. Alpukat dimakan atau dioleskan pada roti atau biskuit.


Hasil penelitian tersebut menunjukkan kolesterol turun rata-rata sebesar 4,9 persen pada kelompok pertama dan 8,2 persen pada kelompok kedua. Diet rendah lemak ternyata tidak menurunkan kadar kolesterol LDL dan malah menurunkan kadar kolesterol HDL sampai 14 persen. Hal ini terutama terjadi pada diet sangat rendah lemak. Sebaliknya, makan alpukat dapat menurunkan kolesterol LDL.

Perindah Kulit

Alpukat juga dapat meningkatkan penyerapan senyawa-senyawa karotenoid di usus, seperti betakaroten dan alfakaroten, yang merupakan antioksidan. Jadi, anggapan bahwa alpukat itu harus dihindari bagi orang yang kolesterolnya tinggi atau gemuk tidaklah benar.

Alpukat itu sendiri ternyata sangat bermanfaat bad tubuh. Jadi, yang harus diperhatikan adalah cara penyajiannya, misalnya hindari penambahan susu kental manis, gula atau sirop, jika Anda mengonsumsi alpukat.

Alpukat justru sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Alpukat mengandung vitamin A, C, dan E, niasin, asam pantotenat, zat besi, kalium, serta protein yang tidak biasanya terdapat dalam buah. Semua zat gizi tersebut berguna bagi keindahan dan kesehatan kulit.

Berbeda dari buah-buahan lain, alpukat hampir tidak mengandung pati, sedikit mengandung gula buah, tetapi berlimpah serat selulosa. Faktor ini menjadikan alpukat dianjurkan sebagai bagian dari menu untuk mengendalikan diabetes.

Zat besi dan zat tembaga yang berlimpah membuat alpukat penting dalam pembentukan sel darah merah dan pencegahan anemia gizi. Paduan antara vitamin C, vitamin E, zat besi, dan mangan menjadikan alpukat baik untuk menjaga kesehatan kulit dan rambut.

Dengan adanya asam folat dan vitamin B, serta vitamin-vitamin lainnya, alpukat ideal untuk merangsang pembentukan jaringan kolagen.

Tingkatkan Libido

Alpukat kaya akan mineral kalium (485 mg/ 100g buah), tetapi rendah kandungan natrium (7 mg/ 100g buah). Perbandingan tersebut mendorong suasana basa di dalam tubuh kita.

Meningkatnya kebasaan tubuh akan menekan munculnya penyakit akibat kondisi tubuh yang terlalu asam seperti alergi, pusing, panik, serta gangguan pernapasan serta pencernaan. Kandungan kalium yang tinggi dapat membantu mengatur regulasi tekanan darah, sehingga membantu pencegahan penyakit darah tinggi, jantung, maupun stroke.

Selain itu, alpukat juga kaya akan asam folat (81 mkg/ 100 g buah). Konsumsi satu cangkir alpukat cukup untuk memenuhi 23 persen kebutuhan tubuh akan asam folat.

Sebuah penelitian yang melibatkan 80.000 wanita selama 14 tahun menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi asam folat secara teratur mempunyai risiko 55 persen lebih rendah untuk terkena serangan jantung. Penelitian lain juga menunjukkan bahwa konsumsi asam folat dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kandungan vitamin K pada alpukat juga cukup baik (81 mcg/ 100g buah). Menurut The George Mateljan Foundation, konsumsi satu cangkir alpukat dapat memenuhi 36,5 persen kebutuhan tubuh akan vitamin K.

Vitamin K sangat penting bagi pembentukan protrombin. Kadar protrombin yang tinggi di dalam darah merupakan indikasi baiknya daya penggumpalan darah. Karena itu, vitamin K juga dikenal sebagai vitamin koagulasi (penggumpal darah untuk penyembuhan luka).

Alpukat juga dapat meningkatkan gairah seksual. Kandungan vitamin B6 (0,26 mg/ 100g buah) pada alpukat dapat meningkatkan produksi hormon pria, sedangkan kaliumnya dapat membantu mengatur kerja kelenjar tiroid pada wanita. Kedua hal tersebut akan berkontribusi positif terhadap peningkatan libido seseorang.

Alpukat juga sangat baik untuk menjaga kesehatan hati. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Hirokazu Kawagishi dan Kimio Sugiyama dari Shizouka University, alpukat sangat bermanfaat bagi kesehatan hati. Dalam penelitian tersebut, ditemukan lima senyawa aktif yang efektif untuk mengurangi kerusakan hati. Eksperimen dengan tikus percobaan menunjukkan bahwa sari alpukat sangat efektif untuk mengobati virus hepatitis yang menyerang hati.

Buah ini efektif pula untuk melawan sel kanker. Menurut publikasi Journal of Nutritional Biochemistry, ekstrak alpukat mengandung karotenoid dan tokoferol yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker prostat.

Alpukat juga mengandung glutation yang sangat berguna untuk menjaga pertumbuhan dan kesehatan sel. Glutation juga dapat membersihkan radikal bebas berbahaya pada makanan berlemak, sehingga dapat mencegah penyakit kanker lebih dini.


inget...inget...

Selasa, 29 September 2009

Hati-hati pakai handphone

Ponsel atau handphone saat ini sudah menjadi semacam kebutuhan pokok (primer), tidak hanya bagi masyarakat urban (masyarakat perkotaan) tapi juga masyarakat pedesaan. Dimana-mana kita bisa melihat orang membawa ponsel, mulai anak-anak keci sampai orang tua. Ponsel memang memberikan banyak manfaat bagi penggunanya, tapi bukan berarti ponsel tidak memiliki efek samping. Setiap hasil/produk dari teknologi pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, tak terkecuali ponsel/handphone.

Kita sudah lama mendengar kalau radiasi yang ditimbulkan oleh posel berdampak buruk terhadap kesehatan. Berdasarkan Jurnal Epidemologi Amerika atau American Journal of Epidemology menyebutkan bahwa orang yang berbicara dengan ponsel lebih dari 22 jam perbulan beresiko terkena kelenjar ludah. Kemudian Insitut Karolinska Swedia menyimpulkan bahwa penggunaan ponsel selama 10 tahun atau lebih meningkatkan resiko acoustic neuroma atau penyakit tumor lunak pada saraf pendengaran. Bahkan ada penelitian yang menyatakan kalau penggunaan ponsel juga berpengaruh terhadap kesuburan pria, katanya dapat mengurangi produktivitas sperma.

Dari resiko-resiko yang bisa ditimbulkan dari penggunanaan ponsel seperti yang telah di sebutkan di atas, tidak berarti kita tidak boleh menggunakan ponsel sama sekali atau takut menggunakan ponsel. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah bagaimana mengurangi resiko dari bahaya penggunaan ponsel tersebut, sambil menunggu sebuah teknologi baru dari ponsel itu sendiri yang lebih ramah terhadap kesehatan manusia.

Berikut beberapa tips yang bisa Anda perhatikan untuk mengurangi resiko bahaya dari penggunaan ponsel (Sumber: http://infokesehatan.com) :

  1. Gunakan handsfree untuk menelpon dalam waktu lama
  2. Jangan tempelkan ponsel hanya pada satu telinga, pindahkan secara bergantian setiap 1-2 menit
  3. Jangan tempelkan ponsel ke telinga sebelum panggilan tersambung
  4. Minimalkan penggunaan ponsel di tenpat tertutup berbahan logam, seperti mobil atau lift
  5. Jangan menggantung ponsel di leher, karena dapat mengganggu fungsi jantung
  6. Jangan menelpon sambil mondar-mandir
  7. Minimalkan penggunakan ponsel ketika sinyal lemah atau hanya 1 bar
  8. Belilah ponsel dengan level SAR (Specific Absorption Rate) yang rendah

Sebagai tips tambahan, usahakan untuk tidak menerima atau menelepon saat mengemudikan kendaraan bermotor. Karena menurut catatan kepolisian banyak juga kasus kecelakaan yang diakibatkan oleh penggunaan ponsel saat mengemudi. Kalaupun terpaksa harus menerima atau menelpon saat mengemudi, ushakan untuk tetap konsentrasi dan fokus dalam mengendarai kendaraan Anda. Karena kalau kehilangan sedikit saja konsentrasi, maka taruhannya adalah nyawa anda sendiri dan nyawa orang lain.

Ingat....ingat..!!!!!

Jumat, 25 September 2009

Medical Check Up

Tentang Medical Check Up

Medical Check Up adalah prevensi yang dapat dilakukan untuk menghindari kekecewaan dan kerugian yang disebabkan oleh gangguan kesehatan yang mendadak. Dengan melaksanakan Medical Check Up secara berkala, minimal satu tahun sekali, kesehatan Anda akan dapat termonitor dengan baik. Dengan kesehatan yang baik, semua kesibukan dan acara penting Anda yang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya, akan dapat berlangsung dengan sukses.

Kesehatan bukanlah segalanya, tetapi tanpa kesehatan, segala sesuatu tiada artinya.
Kesehatan adalah harta yang sangat berharga dan Medical Check Up
adalah investasi yang bernilai tinggi. ”

MCU Calon Karyawan

Medical Check Up Calon Karyawan Perusahaan



Sebelum calon karyawan direkrut oleh sebuah perusahaan biasanya calon karyawan tersebut dites terlebih dahulu. Tes yang dilakukan meliputi :
  • Interview
  • Tes tertulis yang melingkupi pendidikan dan psikotest
  • Medical Check Up

Mengenai interview dan tes tertulis sudah biasa kita dengar, namun mengenai Medical Check Up tidak semua perusahaan memberlakukan tes ini. Mengapa demikian?Para pengusaha tidak mau mengeluarkan uang lebih untuk Medical Check Up calon karyawannya dengan alasan untuk menghemat pengeluaran budget perusahaan.Namun sebenarnya yang dilakukan pengusaha tersebut justru menjerumuskan dirinya sendiri dan perusahaan.

Mengapa kita perlu melakukan Medical Check Up Calon Karyawan ( Medical Check Up For Pre – Employee ) ?


Medical Check Up Calon Karyawan adalah pemeriksaan kesehatan calon karyawan sebelum calon karyawan tersebut diterima bekerja.
Sehingga perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan tersebut.
Apakah sebelumnya pernah menderita TB Paru, Gagal Ginjal, Hepatitis, Hipertensi, Gagal Jantung, dsb.
Hal ini sangatlah penting karena ketika kita menerima seseorang menjadi karyawan kita maka kita akan bertanggung jawab terhadap kesehatannya selama melakukan pekerjaan di perusahaan kita.
Hal ini akan berhubungan dengan tuntutan karyawan terhadap perusahaan di kemudian hari.
Misalnya, seorang karyawan yang baru bekerja 3 bulan didiagnosa mengalami penyakit Paru lalu karyawan tersebut menyalahkan perusahaan, tempat ia bekerja karena setelah bekerja di sana ia menderita penyakit tersebut. Perusahaan tidak bisa mengelak karena tidak memiliki record kesehatan karyawan tersebut sebelum ia bekerja. Tetapi jika sebelum bekerja karyawan tersebut melakukan Medical Check Up maka perusahaan dapat mengetahui record kesehatan apakah memang karyawan tersebut sudah terkena penyakit Paru sebelumnya dan tidak diobati.
Pentingnya Medical Check Up Pre – Employee
  • Agar kita mengetahui record kesehatan calon karyawan, sehingga yang memiliki penyakit menular dapat diobati terlebih dahulu sebelum bekerja.
Dengan maksud penyakit tersebut tidak menular ke karyawan lainnya.
  • Meningkatkan Kualitas kerja karyawan , dengan tubuh yang sehat tentu kinerja karyawan tersebut akan lebih maksimal sehingga produktivitas juga lebih baik
  • Menghindari tuntutan karyawan di kemudian hari, mengenai penyakit yang ia dapat setelah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut
  • UU No I th 1970 mengenai kewajiban pemeriksaan kesehatan tenaga kerja.
Selain pemeriksaan medical check up for pre - employee perlu juga dilakukan medical check up for employee atau sering disebut annual medical check up
ANNUAL MEDICAL CHECK UP ( MEDICAL CHECK UP FOR EMPLOYEE )
Medical Check Up for employee adalah kegiatan pemeriksaan kesehatan berkala yang dilakukan 1 tahun sekali untuk mengetahui record kesehatan para pekerja per tahun dan dapat mengetahui lebih dini penyakit yang ditimbulkan akibat kerja.
Penyakit Akibat Kerja bukanlah penyakit biasa yang layaknya dialami orang.
Penyakit Akibat Kerja adalah Risiko penyakit yang mungkin timbul akibat pekerjaan dan lingkungan kerja yang dilakukan di sebuah tempat kerja baik pabrik maupun kantor.

Penyakit Akibat Kerja ini dapat dideteksi lebih dini dengan ANNUAL MEDICAL CHECK UP. Contoh Penyakit Akibat Kerja adalah:

  • Tuli karena kebisingan yang terjadi di lingkungan kerja ( bukan oleh faktor usia )
  • Bissinosis, penyakit paru – paru akibat debu kapas
  • Penyakit paru restriksi, Penyakit kanker paru akibat inhalasi zat-zat kimia
  • Penyakit kanker kulit akibat kulit terpapar bahan kimia.
Jika penyakit-penyakit tersebut mengenai karyawan maka perusahaan tempat karyawan tersebut bekerja berkewajiban memberikan santunan pengobatan pada karyawan tersebut.
Dengan mengetahui lebih dini penyakit yang dialami oleh karyawan maka dapat lebih dini penanganannya sehingga dapat menghemat budget perusahaan.
Jika MEDICAL CHECK UP PRE – EMPLOYEE DAN ANNUAL MEDICAL CHECK UP ini dilakukan maka dapat menghemat budget perusahaan karena mengetahui penyakit lebih dini.

OKE BOSS....!!!

Jalan-jalan bareng ehm... & sohib ke puncak pas Bogor

Ngantuk bu......

Jeruk makan jeruk!!!!!!

Malu-malu nie.....?@#$%!*&

.........Kemesraan........


Jadi juga jalan-jalan ke puncak (Bogobareng Ehm....

Kami berangkat dari cikarang berempat Aku (Bibit), Yuni (Ehm...), Agung, Ibah (Istri agung lagi mengandung "DEWI" kira-kira 3 bulan). Rencana berangkat pakai motor tapi setelah melihat SiKon akhirnya kami memilih untuk naik bis relatif aman & tidak terlalu cape'...kami menginap satu malam dipuncak dirumah kakaknya agung yang rumahnya deket dari puncak pas.

Seneng ya...

Minggu, 26 Juli 2009

bibit bayangan semu

JAKARTA......HM........HM......


Langi
t masih agak gelap & dingin sedikit terasa meski bau menyengat menusuk salah satu indera kesayanganku???? mentari mulai terasa ketika tersadar diantara ratusan gubuk berjajar...Ternyata ini JAKARTA!!!

Kota yang diidam-idamkan warga Indonesia, kota metropolitan yang katanya menuju megapolitan.Sehingga membuat banyak orang tinggalkan desanya (mengadu nasib) bagaikan lalat-lalat berkerumun.

Sungguh miris ketika bangga bersemat "Gue di JAKARTE!!!" ternyata tak seindah yang dibayangkan. Dimana kerasnya Jakarta yang tak pandang bulu....berjuang-berjuang!!!!untuk hidup!!!

Tak seindah saat malam dari kejauhan, tak sekokoh gedung yang berkilauan.Sungguh diantaranya adalah lingkungan yang tidak indah...

Dapatkah mereka menyadari bahwa kampungnya lebih indah???
Kapan mereka tahu bahwa desanya lebih lebih menjanjikan???
Meski tak ada tugu seindah Monumen Nasional diJakarta, tapi indah gunung dikampung sungguh lebih indah....


Indahan kampung sendiri.....